Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
Yushi menatap gelasnya yang tinggal ampas. Keberanianya juga tinggal ampas, tapi kali ini Ia biarkan sisa - sisa keberanianya itu melewati harga dirinya.
“Rik,” ucapnya pelan. “Aku pengen besarin Sakuya bareng kamu, selamanya. Nggak apa-apa Sakuya manggil aku Papah, kamu Ayah. Aku… maunya kita bertiga.”
Riku mengangguk cepat, senyum ringan. “Iya. Emang dari kemarin juga gitu, kan. Kita bertiga.”Yushi berkedip. Ia menahan napas sepersekian. “Maksudku… barengnya yang beneran bareng. Aku sama kamu.”
Ia menatap Riku sebentar, lalu lari ke tempat sepi. “Kamu paham, kan.”
Riku memutar sendok. “Paham.”Yushi menimbang, apakah harus sebut nama dari hubungan ah—tapi jantungnya mundur.
“Terus kamu nggak ngajak siapa-siapa lagi ke rumah,” ujarnya, mencari konfirmasi lain. “Kita bertiga.”
Riku mengernyit. “Mau siapa lagi, Yus? Aku sama kamu sama Sakuya. Udah pas.”Ia tertawa kecil, sungguh-sungguh tak menangkap maksut Yushi. “Kamu tuh mikir apa sih.”
