Adult Content Warning
This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.
-
Tags
Summary
Baru lima menit menyalakan komputer di depannya, teman sekaligus bosnya membuka pintu ruangannya. “Get a life, Kit.” Ucap Aran bersamaan dengan amplop yang jatuh di atas meja Kita. Dengan bingung, Kita membuka amplop itu dan disambut sebuah tiket pesawat pulang dan pergi yang berjarak tepat 30 hari. “Liburan, gue bayarin. Akomodasi kayak transportasi lu ke penginapan dan ke bandara lagi sama tempat lu tinggal di sana, infonya gue kasih di chat.” Perkataan Aran membuat Kita menarik napas dan memasukkan dua tiket itu ke amplop lagi lalu mencoba menyerahkannya ke Aran. “Thanks, tapi aku ga butuh Ran, kantor lagi sibuk dan-” “Dengan lu ga liburan juga menyusahkan bawahan lu Kit, udah, katanya pulau itu tempat cocok buat orang yang butuh healing kayak lu. Pulang lu sekarang, ya?”
“Bentar lagi Kak Kita pulang ya.” Mendengar tutur yang lebih muda, Kita memposisikan dirinya duduk. “Iya …” Ada sedikit sedih dalam nada bicara Kita ketika mengingat tanggalan kalender semakin dekat dengan selesai liburannya yang dirinya sendiri tak menyangka akan merasa sedih tapi rasanya ada sesuatu yang menahan dia untuk pulang ke kota dan kembali ke rutinitasnya.
