Actions

Work Header

Lika-liku Apartemen Pak Suh

Summary:

Perjalanan dua bujangan untuk mengadu nasipnya dengan kerasnya dunia, tanpa mereka sadari mereka malah bertemu dengan warga-warga apartement yang bisa dikatakan tak habis fikri, sungguh terherman-herman di daerah yang tak mereka duga-duga. tetangga yang memelihara tambak lele di kamar, penghuni rooftop yg langganan manggil hujan, seekor anomali yang doyan singkong, serta pemilik apartemennya yang mengerikan yang suka menyepak orang setiap ada yang melanggar peraturannya dan banyak kekeganjilan lainnya ;)

ikuti perjalanan dan keseharian mereka!

Chapter Text

Petikan gitar berdenting di sebuah kamar yang sempit. Seorang bujangan tengah memainkan lagunya yang baru dengan khitmat dengan sesekali mendesah frustasi saat dentingan tak memenuhi melodi.
Hari yang cerah di hari selasa, matahari terik menyinari apatement enam tingkat itu. Untuk sebagian orang yang tak ingin menyia nyiakan anugrah dari alam ini memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya, menjemur pakaian cucian, ikan asin serta sesuatu yang harus di jemur saat itu. Bahkan brem? Kasa kemudian meletakkan gitarnya disamping dan bersandar pada kursi yang posisinya menghadap pada jendela. Ia sempat berpikir di benaknya saat ini teman sekamarnya. Taka. pasti sedang menjemur pakaian di rooftop atas sambil berharap semoga mbak celeste tak bernyanyi kali ini di pondoknya.
Namun tanpa ia sandari seonggok benda merah muda menyelinap melalui celah pintu kamarnya kemudian ia berubah menjadi sebuah anomali yang berbentuk gurita bermata siput. Kasa menyadari kehadiran itu perlahan memutarkan badan. Sesosok berbadan tinggi sekitaran hampir tiga meter berdiri di belakangnya, mengejutkan kasa.

“selamat pagi sahabat. hari yang cerah bukan?”
Kasa terengah dan berseru “SOMPRET! KEPARAT! KURANG AJAR! Tom!? Kalo muncul tu bilang-bilang kek? Setidaknya ketok pintu woi! Ini bukan sekali loh ya”

Gurita itu tertawa sambil menggerakkan tentakelnya

“aku hanya menggunakan jalur instan. Ngomong-ngomong jangan lupa hari minggu ini!”
“hari minggu apaan sih?”
“ya, HARI MINGGUAN TOM! Aku ada kabar baru untuk setiap pengikut setia ‘Tom weekend’ ”
Wajah Kasa seketika berbinar “widih... kira-kira topiknya apa ni?” tanyanya sambil mengangkatkan sebelah kaki, menumpukan sebelah lengannya pada lututnya dan menyeringai nakal
Tom mengelengkan kepala siputnya “welehweleh... rahasialah... nanti kamu dapat jawabanya, aku kesini cuman sebagai pengingat kok sesuai janji kita. Yang pasti berita HOT lah! Dan jangan lupa ‘tiket’ nya ya”
“ah siap mah! Kau pikir aku bakalan lupa?”
“ya asalkan bukan singkong yang kau cabut di kebun belakang” kedua mata yang panjang itu melirik ke arah kasa sekitika membuat wajah pemuda itu berkeringat dingin
“a...a...itu... itu tak mungkin terjadi! Aku akan membawa singkongku sendiri kok. Heheheh tenang aja bro...” kasa menggaruk tengkuknya
Pada awalnya Tom masih skeptis kemudian mengangkat bahu dan mengiyakan perkataan kasa “ok lah, kalo gitu aku mau cus lagi. Kasih tau ama yg lain. Jangan lupa hari minggu ya!”

Kasa mengangguk kemudian ia kembali melihat anomali itu melompat dari jendela dengan dramatis dan mendarat ke tanah dengan suara Plok! yang cukup keras. Ia melompat dari lantai tiga! Tubuhnya elastis sehingga saat ia mencapai tanah ia hanya seperti squish yg melar gara-gara di lempar kelantai dengan keras kemudian kembali kebentuknya sedia kala seakan akan tak terjadi apa-apa. Setelah itu si Tom merayap masuk kembali kedalam apartement itu.

“dia ngerti pakai pintu ga sih?” bisik kasa kepada dirinya sendiri. Sambil melongo dari jendela menyaksikan pemandangan itu.