Actions

Work Header

sulking (and cuddling)

Summary:

Choi Yeonjun memulai harinya dengan bahagia. Namun, ketika syuting TO DO dilakukan siang ini, suasana hati Yeonjun mulai berubah.

Notes:

commissioned by kak din!!! :3 timakasi banyak, kakak!

semoga kalian semua yang baca happy dan sehat selalu, happy valentine! <3

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

Choi Yeonjun memulai hari dengan senyum—ia membuka kedua matanya tepat sebelum suara Good Morning (LG Cyon Morning Alarm) berteriak nyaring dari pengeras suara ponselnya. Aroma makanan enak, yang bisa Yeonjun tebak adalah pancake menggelitik hidung sang alfa dan membawa kakinya segera turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk berkumur-kumur dan membasuh wajahnya dengan air segar.

 

Tungkainya yang cukup panjang kini melangkah ke arah dapur rumah yang diisi oleh lima orang—Yeonjun dan pack tercintanya—yang selalu menjadi tempat kesukaan Yeonjun ketika ia sedang memiliki waktu senggang. Yeonjun menyukai dapur bukan karena ia gemar memasak, namun karena ia pelahap yang handal. Ia senang memenuhi perutnya dengan makanan enak yang sering atau belum pernah lidahnya cicipi—si alfa tidak pilih-pilih.

 

Di dapur sana, sudah ada tiga orang yang datang sebelum Yeonjun. Pagi ini seperti biasa Taehyun memasak, memakai celemek berwarna abu-abu jahitan sendiri yang menjadi hadiah ulang tahun dari Beomgyu tahun kemarin; ia salah satu dari dua yang dapat memasak dengan benar di kediaman ini. Ada juga Kai yang sibuk membantu Taehyun di dapur sana, meskipun kelihatannya si alfa besar itu lebih sibuk mengganggu omega kecil seumurannya dibandingkan dengan memasak. Dan, satu orang lagi hanya berdiam diri melihat bagaimana dua anggota termuda dari meja makan—Soobin, pemimpin mereka baik di dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Pack mereka memang tidak dikepalai oleh seorang alfa, tidak seperti yang lain-lain karena Yeonjun sendiri merasa kalau ia tidak begitu cakap dan ingin menopang Soobin dalam melakukan tugas-tugasnya.

 

"Tyun, yang itu stop dulu sebentar,"

"Bentar deh, Kai, bukan begitu caranya!"

 

Suara-suara pertengkaran kecil Kai dan Taehyun menjadi BGM pagi Yeonjun yang kini mengambil posisi tepat di samping Soobin dan mendekatkan tubuhnya ketika pantatnya sudah menyentuh kursi di depan meja. Meminta sebuah kecupan selamat pagi dari orang pertama yang Yeonjun lihat di pagi hari. Kebiasaan kecil mereka.

 

"Good morning," sapa Soobin setelah membiarkan bibirnya menyentuh milik Yeonjun. "sarapan pancake gak apa-apa?"

 

Yeonjun tersenyum dan mengangguk kecil. "I love pancake," ujar sang alfa kemudian melirik ke arah dua anggota termuda yang kini sudah berpelukan di depan mata mereka. "kok kamu udah bangun? Bukannya semalam baru pulang jam satu?"

 

Soobin terkekeh mendengarnya. Ia memang pulang paling akhir karena harus menghadiri rapat antar tim yang mengurus mereka dan manajer untuk syuting konten pribadi yang akan dilaksanakan hari ini. "Udah janji mau antar Taehyun ke pasar pagi," ia menjawab sembari menaruh atensinya pada omega lain di ruangan selain dirinya. "nanti juga bisa curi-curi tidur sewaktu break, tenang aja," laki-laki itu melanjutkan.

 

Yeonjun mengangguk kecil mendengar jawaban yang diberikan Soobin. Laki-laki yang lebih muda setahun darinya itu betul-betul cocok menjadi pemimpin tim mereka karena ia selalu menepati janjinya dan mematuhi omongannya sendiri—meskipun ia tidak terlalu mematuhi peraturan yang diberikan oleh agensi dan label, Soobin tetap pemimpin yang ideal.

 

"Kai," suara Soobin kembali terngiang di telinga Yeonjun, kali ini ia memanggil si alfa kecil agar melepaskan pelukannya dari tubuh mungil (namun besar) Taehyun. "panggil Beomgyu. Hari ini kita berangkat jam sepuluh—," ia melirik ke arah jam dinding. "—satu jam lagi. Ada rekaman dua episode TO DO di jadwal kita hari ini,"

 

Semua orang di rumah ini sebetulnya tahu jadwal mereka dengan rinci karena mereka memiliki manajer masing-masing dan mereka pun memiliki aplikasi kalender yang mereka bagi bersama—hari-hari mereka di sana ditandai dengan banyak warna menandakan bagaimana sibuknya sang idola di dunia hiburan.

 

"Okay," Kai menjawabnya dengan manis. "kalau dia gak bangun-bangun dipaksa buat bangun aja, ya?" ia kembali melanjutkan, memberi satu pertanyaan untuk pemimpin omega mereka.

 

Soobin mengangguk, membuat tanda oke untuk Kai dan alfa termuda itu segera melesat dan pergi menuju kamar si putri tidur—anggota terakhir yang merupakan omega. Pack mereka beranggotakan dua alfa dan tiga omega—yang sudah tidur sejak kemarin sore.

 

"Beomgyu tidur lebih dari dua belas jam?" tanya Yeonjun ketika menyadari ketidakhadiran Beomgyu yang cukup lama. Ia tidak hadir meja makan ketika waktu makan malam tiba.

 

"Iya," kali ini yang menjawab Taehyun, ia datang dengan piring-piring berisi masakannya—ia dibantu oleh Soobin yang sudah berdiri di pantri dan keduanya menata meja bersama-sama. "katanya badan dia mulai nggak enak semenjak latihan buat konser kemarin,"

 

"Tunggu," Soobin menghentikan kegiatannya. "dia gak lagi pre-heat, 'kan? Ini sekarang tanggal berapa?" laki-laki itu melanjutkan, sepertinya ia melupakan hal tersebut.

 

Taehyun menghampiri Soobin dan mengusap pinggang yang lebih tua lembut. "Enggak, kok, Kakak cantik," ia menjawab dengan senyumnya yang menawan. "Perkiraan heat Kak Beomgyu masih satu bulan lagi, sebelum konser kita mulai. Sekarang tanggal tiga,"

 

Soobin menghela napas lega. Yeonjun melihat interaksi keduanya dengan bibir yang sengaja ia biarkan maju seperti kepunyaan bebek.

 

"Kenapa cuma Soobin doang yang selalu dapet pujian di akhir namanya?" ia bertanya kepada Taehyun, nadanya terdengar merajuk.

 

Taehyun tertawa dan membawa jari telunjuknya ke arah hidung Yeonjun sebelum mencolek puncaknya dengan gemas. "Kakak juga cantik, jangan cemburu gitu," ia membalas kalimat yang paling tua dengan gemas. Jika orang lain melihat sisi Yeonjun yang seperti ini, mereka tidak akan bisa menebak kalau Yeonjun adalah alfa; ia selalu bersikap manis, menggemaskan, lembut, dan merajuk dengan parasnya yang ayu itu. "good morning, sleepyhead," Taehyun kembali bersuara ketika matanya menangkap dua sosok jangkung yang datang dengan muka bantal khas bangun tidur.

 

"Good morning, Family," sapa Beomgyu dengan suaranya yang serak. Tangan kanannya kini mengucek satu matanya ketika Soobin memberi satu piring ke arah Beomgyu dan memberi tangannya yang lain garpu. "jam berapa kita berangkat hari ini?"

 

"Sepuluh, lima puluh menit lagi,"

"Sekarang jam sembilan? Aku tidur se-lama itu?"

 

Soobin menipiskan bibirnya dan menatap Beomgyu. "Betul, makanya kita harus cepet-cepet sekarang," ia kini sudah duduk di posisinya, satu kursi utama yang menghadap ke arah mereka berempat. Kursi untuk kepala keluarga. "rekaman hari ini dimulai dari jam satu—kita harus sampai jam setengah sebelas karena ada grup lain yang book ruang rias,"

 

"Emangnya bakalan keburu, ya, jam sebelas sampai ke kantor kalau berangkat jam segitu?" tanya Kai sembari memotong sarapannya kecil-kecil. "Cil, biasanya kita dari sini ke kantor berapa lama, sih?" kali ini ia mengajukan pertanyaannya kepada Taehyun, si otak keluarga.

 

"Empat puluh menit? Itu juga kalau gak macet," ia menjawab dengan cepat seperti sudah tahu jawabannya tanpa harus berpikir. "kita bisa dateng lebih cepet kalau mobilnya mode mobil balap," sang omega melanjutkan.

 

Soobin berdehem dan menatap anggotanya satu per satu—mereka berempat sudah memperhatikan Soobin. "Makanya sebisa mungkin kita harus sudah selesai sewaktu manajer datang untuk menjemput. Perkiraan, tadi aku cek di grup, mereka akan datang sekitar pukul sembilan lebih dua puluh lima," Soobin kemudian menyunggingkan senyum dan berujar, "selamat makan, Family. Kalau memang waktu sampai 9:25 sempit banget menurut kalian, kalian nggak perlu buru-buru. Kita bisa berangkat jam 10,"

 

Setelah bibir Soobin tertutup dan fokusnya beralih pada makanan manis buatan Taehyun dan Kai sejak pagi tadi, mereka berlima makan dengan lahap diiringi dengan cerita-cerita kecil memenuhi ruangan kediaman mereka yang tidak begitu luas. Sederhana.

 

𖹭

 

Proses rekaman mereka berjalan dengan lancar. TOMORROW X TOGETHER memang pantas dijuluki variety-dol karena masing-masing dari mereka begitu piawai dalam memerankan peran mereka dan mendapatkan bahan yang cukup untuk kru tayangkan di sosial media. Lebih dari cukup, bahkan—mengingat bagaimana sang produser utama menyatakan rekaman satu episode selesai hanya dalam tiga jam saja; itu pun sudah termasuk waktu istirahat. Begitu singkat, tidak seperti menunggu giliran di acara musik.

 

Untuk rekaman episode lain, mereka diharuskan untuk berganti pakaian menjadi pakaian tidur. Melihatnya saja membuat kelima laki-laki itu mengantuk—tingkahnya begitu berlebihan—dan menebak-nebak konsep apa yang akan mereka mainkan kali ini.

 

Ketika suara slate terdengar, mereka mulai memasuki layar kamera dan mendekati properti berupa kasur. Masing-masing dari anggota memiliki perannya untuk membuat acara mereka terlihat menarik; dinamika yang kelimanya miliki benar-benar melebihi ekspektasi para penggemar—meluap dan menyenangkan meskipun hanya saling berbagi tatap.

 

Rasa curiga menggelitik kelimanya ketika kru produksi memberi mereka makanan gratis—ada banyak sekali dan mereka dengan cepat memilih apa yang diinginkan lidahnya. Yang tidak bisa Yeonjun pahami adalah obsesi Soobin dengan yoajeong yang terus ia pertahankan sampai empat anggota lain merasa kenyang.

 

"Misi hari ini di sebut KaTiDi: Kalau Tidak Tidur, Jam Tidur di Tambah; kalau semua orang tertidur, misi berhasil dan sebaliknya, jika ada satu orang yang tidak tidur maka misi akan gagal," Taehyun membaca konsep mereka untuk episode baru ini. Permainan macam apa yang mengharuskan kelimanya tidur di acara varietas? "bisakah TXT ke alam mimpi dengan pulas di dalam neraka tidur yang semakin sulit?"

 

Setelah sang omega menyelesaikan kalimatnya, seluruh ruangan menjadi sibuk—mengatakan kalimat-kalimat penuh percaya diri terdengar oleh audio director di balik kamera. Tak lama dari situ, para produser mengatakan kalau misi akan segera dimulai dan mereka akan membawa makanan yang sudah selesai dilahap oleh para anggota—terkecuali Soobin karena laki-laki itu kini meminta kru agar yogurt es krim miliknya tidak ikut dibawa karena ia ingin menghabiskan seluruhnya selama syuting berlangsung.

 

Tempat tidur yang sudah tersedia di belakang mereka kini menyapa kelimanya dengan menggoda. Taehyun dengan cepat mengambil posisi di paling ujung, tangannya menarik Soobin agar menempati posisi tepat di sisi kanannya dan si pemimpin tidak dapat menolak. Kai, si bungsu itu pun mengambil tempat di sebelah Soobin yang berarti ia berada di tengah. Pada akhirnya, Yeonjun mengambil posisi di samping Kai dan membiarkan Beomgyu berada di sisi kanan karena laki-laki itu tidak mau diam. Energinya masih terlalu banyak karena ia sudah tertidur selama nyaris seharian penuh.

 

Misi pertama mereka gagal karena Beomgyu yang tidak mau diam. Mereka berlima mengeluh karena kelimanya—tidak juga, sih, hanya beberapa saja—sudah berada di batas tidur mereka dan sebentar lagi akan berhasil. Produser mengatakan kalau mereka akan mendapat penalti dan berpindah tempat maka suara slate kembali menyapa telinga mereka dan Soobin dengan cepat menghabiskan yoajeong miliknya sebelum mencair dan terlupakan.

 

Lokasi syuting ke-dua mereka benar-benar memalukan. Di tengah-tengah ruangan yang penuh dengan para pegawai; entah bagaimana caranya mereka bisa meluangkan waktu untuk menjadi bagian di episode kali ini. Di lantai sana sudah ada kasur lipat yang tidak setebal kasur pertama—namun masih terlihat normal.

 

Yeonjun kini mengambil posisi di ujung kanan. Ia berpikir kalau anggota lain pun akan menukar tempat tidur mereka namun semuanya salah besar karena yang bertukar hanyalah Beomgyu dan Yeonjun saja—itu pun karena sang alfa. Ia dapat merasakan bagaimana tubuh Beomgyu bergerak-gerak seperti gelisah karena gangguan kali ini benar-benar menggoda sang omega yang gemar bermain game online bersama dengan Soobin. Para kru menggoda Soobin dan Beomgyu untuk berkomunikasi dengan idola mereka, seorang atlet e-sport yang mereka kagumi bukan main.

 

Belum lagi, gangguan kedua di misi kali ini adalah: lagu-lagu generasi kedua yang membuat tubuh Yeonjun tidak sanggup jika harus diam saja dan berpura-pura tidur. Ia membuka kedua matanya dan melihat bagaimana Kai, yang masih mengambil posisi tengah, tertidur lelap dan Taehyun yang menggelayut manja di tangan Soobin.

 

Yeonjun juga ingin bermanja-manja seperti itu. Bukan meladeni kesibukan Beomgyu yang saat ini sedang dalam mode menyebalkan dan penuh energi. Meskipun ia merasa sebal—terlebih kepada Kai yang diapit oleh dua omega—dengan anggotanya, Yeonjun tetap memasang wajah profesional dan melakukan tarian dengan Beomgyu dan disusul oleh Soobin juga Taehyun dalam menyanyikan lagu-lagu lawas yang diputar melalui pengeras suara.

 

Kali ini, waktu syuting tidak se-mudah episode awal karena mereka harus tertidur dalam waktu yang sudah ditentukan. Maka dari itu, kru produksi memutuskan untuk mengambil waktu istirahat dan mereka berlima kini sudah beristirahat di dalam ruang istirahat yang selalu dipakai mereka untuk berleha-leha ketika syuting atau rekaman album baru.

 

Yeonjun tidak banyak bicara, ia hanya melihat ponselnya sepanjang waktu istirahat; menggulir layar dengan wajah bosan dan melihat algoritma akun X pribadinya yang dikunci dan tidak mengikuti siapa-siapa. Ia pun mengeluh di sana, mengatakan kalau keempat anggota bersikap menyebalkan. Ia terus menggulir layar dan membuka satu aplikasi ke aplikasi lain secara bergantian hingga salah satu manajer memberi informasi kalau syuting akan dilanjutkan.

 

Lokasi syuting ke-tiga mereka jauh lebih menyebalkan. Di sebuah ruang menari dengan matras olahraga berwarna hijau di lantai. Yeonjun harus memberi saran untuk merubah posisi tidur mereka sekarang juga. Tapi, ia tidak ingin terlihat jelas kalau dirinya ingin tiduran di tengah-tengah dan diapit oleh dua orang.

 

Setelah membaca suasana ruangan, ia kini bersuara. "Posisinya mau kayak gimana?" tanya Yeonjun kepada anak-anak yang lebih muda dengan bantal di tangannya.

 

Kai menjawab singkat. "Kayak tadi aja, Kak. Biar gampang," suaranya terdengar begitu riang, tidak menyadari kalau Yeonjun menginginkan hal lain dari yang sudah mereka lakukan.

 

Biar gampang, katanya. Yeonjun melirik ke arah anggotanya yang lain dan mereka segera menyetujuinya. Keempatnya sudah menempati posisi masing-masing dan menunggu Yeonjun agar bergabung dengan tempat tidur baru mereka yang cukup keras.

 

Penalti kali ini adalah menjadikan tangan mereka sebagai bantal. Soobin dan Taehyun saling menawarkan tangan masing-masing dan tangan Taehyun bersentuhan dengan milik Kai yang juga memberikan tangannya untuk ditiduri oleh kepala Soobin.

 

Soobin tertawa melihat tingkah dua tuan yang lebih muda. Ia menatap Taehyun dan membawa tangan laki-laki itu agar segera turun. "Aku bisa tidur di tangan Kai," ia berujar seraya meremas jari-jari tangan Taehyun yang kini sudah berada di atas perut.

 

"Oke kalau gitu," ujar Taehyun kemudian mengistirahatkan kepalanya di atas lengan Soobin yang panjang dan terasa besar karena omega jangkung itu akhir-akhir ini berolahraga dengan rajin.

 

Soobin tiba-tiba mendekat dan berbisik, nyaris menyentuh kulit Taehyun—hal tersebut membuat Taehyun menahan napasnya karena tidak lucu kalau ia membuat bibir Soobin bertabrakan dengan pipi atau telinganya. "Tunggu sebentar, Tyun," ia mengangkat sedikit kepala Taehyun dan membiarkan tangannya beristirahat dengan sempurna sebelum membiarkan Taehyun kembali tertidur. "nah, kayak gini," ia melanjutkan lembut dan kembali memutar tubuhnya dan menyerahkan kepalanya di atas tangan kokoh sang alfa yang saat ini sudah melanjutkan tidurnya yang terganggu.

 

Sedangkan di ujung sana, ada Yeonjun dan Beomgyu yang bertengkar kecil karena Beomgyu tiba-tiba meniduri lengan Yeonjun ketika ia belum siap; perilakunya itu berakhir dengan rintihan Yeonjun yang terkadang terlalu berlebihan—begitu dramatis.

 

Sudah tiga kali percobaan dan misi mereka belum juga berhasil. Selama perjalanan menuju lobi, Yeonjun memperhatikan bagaimana empat keluarganya saling bergandengan tepat di depan Yeonjun—karena tadi Yeonjun sempat membetulkan mikrofonnya terlebih dahulu maka ia berjalan beberapa langkah di belakang mereka.

 

Melihat bagaimana Beomgyu dan Kai saling mengunci tangan satu sama lain membuat Yeonjun semakin bete. Ketika di depan kamera tadi, Beomgyu tidak bersikap manis seperti ini. Apa karena ia berada di sekitar Yeonjun dan hal itu mengganggunya?

 

"Kak Yeonjun, ayo masuk kamera," suara Soobin menghancurkan lamunan Yeonjun dan menariknya masuk ke dalam kamera yang sudah merekam sebuah kain di lantai lobi kantor yang dipenuhi dengan orang-orang berjalan.

 

Kelimanya merasa malu dengan situasi yang harus dilakukan. Tidur di atas satu helai kain saja—beberapa pasang mata menatap mereka dengan sebuah senyum dan juga tawa. Kali ini, Yeonjun langsung mengambil posisi paling ujung dan sedikit memberi jarak antara dirinya dan Beomgyu.

 

Suasana hatinya tidak begitu baik hingga rekaman selesai.

 

 

 

 

 

 

Setelah menyelesaikan syuting TO DO, mereka memutuskan untuk makan malam di restoran kesukaan mereka dan memesan delapan porsi perut babi untuk mengembalikan energi yang sudah habis terbuang.

 

Suasana makan malam tidak begitu beda dari sarapan pagi tadi. Mereka masih memperdulikan masing-masing dengan Beomgyu dan Taehyun yang memanggang daging, Soobin yang merapikan makanan pendamping, dan Kai yang mengambil alkohol karena restoran ini memiliki aturan: self-service untuk minuman. Yeonjun tidak melakukan apa-apa selain melamun.

 

Taehyun memperhatikan. Sejak di kantor sampai di tempat makan, Yeonjun tidak terlalu ceria seperti biasanya. Rasanya, seperti ada sesuatu yang mengganggu si alfa. Maka dari itu Taehyun memberanikan diri dan memberi Yeonjun satu potong daging yang sudah makan, menaruhnya di atas piring kecil Yeonjun. "Kakak duluan yang makan," ia berujar dengan senyum di wajahnya yang tampan. "Alfa keren harus mulai duluan," ia melanjutkan, baik berbicara maupun memanggang daging.

 

"Jadi aku nggak keren?"

"Kamu selalu keren di mata Kakak,"

"Kak Beomgyu emang yang terbaik,"

 

Kai dan Beomgyu saling melontarkan kalimat-kalimat menggoda dan Soobin sudah sibuk dengan makanannya. Tidak begitu mempedulikan sekitar—benar-benar kelaparan.

 

"Aku lihat dari tadi Kak Yeonjun melamun terus," Taehyun bersuara; meskipun suaranya begitu pelan, tiga orang lainnya dapat mendengar Taehyun dan menaruh atensi mereka kepada yang paling tua diantara mereka. "beberapa kali juga Kak Yeonjun harus dipanggil dulu sebelum PD mulai rekamannya,"

 

"Lagi ada yang dipikirin?" kali ini yang bertanya adalah Beomgyu. Tangannya yang sibuk memindahkan daging ke atas piring kini menatap Yeonjun dengan lurus. "bete ya, lu, karena tadi aku gak bisa tidur sepanjang syuting?" Beomgyu langsung memberi teorinya tanpa basa-basi. Matanya kini kembali fokus kepada daging yang sudah diselimuti oleh lemak yang membuatnya begitu gurih.

 

"Kalau itu sih udah ketebak," Yeonjun membuka suara, matanya menatap Beomgyu. "orang kamu udah tidur seharian penuh, gimana mau menangnya kalau kamu lagi full energy,"

 

Beomgyu nyengir. Tidak salah juga meskipun ia mengatakan kalau tubuhnya masih belum bisa menyatu dengan waktu karena penerbangan yang mereka lakukan beberapa hari yang lalu. "Salah sendiri kasih misi yang gitu waktu kita baru pulang dari luar negeri," ia membalas, tangannya membawa satu potong daging yang sudah matang ke atas piring kecil milik Yeonjun. "buat lu,"

 

Yeonjun menggembungkan pipinya dan menyantap seluruh makanan yang ada di meja untuk merubah suasana hatinya yang masih tidak enak.

 

Mereka menghabiskan sisa waktu makan malam dengan tawa dan canda yang memenuhi ruangan dengan nyaring—lebih seringnya tiki-taka dari Beomgyu dan para manajer yang senang melayani lelucon-lelucon garing Beomgyu yang terdengar begitu berkelas. Hanya terdengar saja, tidak lebih dari itu.

 

Ketika perut Yeonjun merasa sudah tidak sanggup dengan makanan, ia kini menghela napasnya dan meminta izin untuk pergi ke kamar mandi. Hanya Soobin saja yang mendengarnya.

 

Walaupun sebetulnya Taehyun pun sadar dan memperhatikan bagaimana Yeonjun benar-benar tidak dalam suasana hati yang bagus. Ada sesuatu yang salah dari sang alfa.

 

 

 

 

"Kak Yeonjun, mau naik mobil yang mana?" tanya Kai ketika mereka sudah selesai makan malam mereka.

 

Pertanyaan yang diberikan Kai tidak dijawab oleh Yeonjun. Laki-laki yang lebih tua itu kini langsung memasuki salah satu mobil yang sudah biasa ia naiki bersama dengan Taehyun dan Kai—tanpa suara, hanya tubuh yang berjalan dengan punggung membungkuk. Begitu lemas dan lesu.

 

Punggung besar dan kokoh milik Kai kini mendapat sebuah sentuhan kecil dari tangan Beomgyu. Ia mengulas satu senyum tipis dan memberi sebuah kode kepada si bungsu untuk membiarkan Yeonjun sampai suasana hatinya kembali normal.

 

"Mood dia lagi jelek. Sebentar lagi udah mau rut dia," ujar Beomgyu seraya melihat bagaimana Yeonjun memasang penyumpal telinga dan memejamkan matanya di atas kursi. "Taehyun bilang pengen bareng sama Soobin karena ada yang mau diomongin. Sekarang kita masuk dan temenin Kak Yeonjun aja, diem-diem,"

 

Kai mengangguk-angguk, Taehyun dan Soobin pasti menyadari hal lain dari Yeonjun yang tidak ia tahu.

 

Ia kemudian menyusul Yeonjun untuk masuk bersama dengan Beomgyu dan melakukan perjalanan yang begitu canggung karena tidak ada suara menyapa telinganya sepanjang perjalanan dari restoran sampai dengan rumah mereka yang sialnya cukup jauh.

 

Kai tidak terbiasa diam-diam seperti ini.

 

 

 

𖹭

 

 

 

Soobin mengetuk pintu kamar Yeonjun setelah mendengar aduan Taehyun ketika di dalam mobil dalam perjalanan pulang tadi. Setelah sampai di rumah pun, yang lebih tua meminta waktu untuk segera membersihkan tubuhnya dan langsung memasuki kamarnya—namun mereka semua merasa kalau sang alfa sudah terlalu lama di kamar mandi. Maka dari itu, sebagai kepala keluarga (betulan resmi!) Soobin menyusulnya dan menanyakan apa Yeonjun baik-baik saja seharian ini.

 

"Hai," sapa Soobin dengan lesung pipi tampil di setiap bagian pipinya. "Tyun bilang Kakak kelihatan kurang enak badan dan bete seharian ini. Ada yang mau Kakak ceritain?"

 

Soobin memasuki kamar sempit Yeonjun tanpa perlu mendapat izin yang lebih tua karena laki-laki itu membuka pintunya begitu lebar. Ia mengambil tempat di ujung ranjang, mengistirahatkan bokongnya di sana.

 

Yeonjun membiarkan kamarnya terbuka dan menyusul Soobin yang sudah siap mendengar ceritanya. "Sebel," bisik Yeonjun begitu pelan—benar-benar tak terdengar sampai Soobin meminta Yeonjun mengulang kalimatnya. "Sebel, Soobin. Seharian ini aku bete karena kalian sibuk sendiri," ia mengutarakan keluh kesahnya kepada Soobin. Tidak ingin menyembunyikan perasaannya lebih lama dari sang pempimpin.

 

"Aku kira waktu syuting itu kalian bakal ganti-gantian tempatnya ternyata kalian udah nyaman sama posisi itu—terus aku sebel juga kenapa Kai harus ditengah," Yeonjun kembali melanjutkan, kali ini bibirnya sedikit maju. Keningnya masih berkerut dan tak lupa matanya sedikit menyipit. Khas ketika ia bete. "yang sadar aku bete cuma Taehyun doang. Itu juga dia sadarnya karena duduk di sebelah aku waktu makan malam,"

 

Prengat-prengut. Manyun. Lucu.

 

Soobin tergelak mendengarnya. Ia segera menghampiri Yeonjun yang berdiri tegak di dekat pintu kamarnya dan membawa sang alfa menuju ruang tengah—sebetulnya lokasi ruangan tersebut tidak terlalu jauh namun tangan Soobin mengunci milik Yeonjun dengan erat agar sang alfa tidak lepas dari genggamannya.

 

Di sana, sudah ada tiga krucil menunggu kedatangan Soobin dan Yeonjun. Kai dan Taehyun yang berbicara tentang salah satu unggahan penggemar di Weverse dan Beomyu yang mencari-cari referensi film di ponselnya sebelum ia mencari di teve.

 

"Kenapa udah ada kasur di ruang tengah?" tanya Yeonjun kepada Soobin yang tersenyum dengan lebar.

 

"Movie time," ujar Soobin kemudian tangannya kembali menarik Yeonjun dan memposisikan sang Kakak di tengah-tengah, dihimpit oleh Beomgyu dan juga Soobin sendiri. "kita semua sadar, tahu, kalau mood Kakak lagi gak bagus," lanjut si pemimpin seraya membawa selimut menuju paha Yeonjun. "kita takut Kakak pengin waktu sendiri—karena biasanya begitu, kalau sudah mendekati waktu rut,"

 

"Tapi rut aku masih lama?"

 

"Your feromon says otherwise," Taehyun menyela Soobin yang baru saja membuka mulutnya dan mengambil posisi tepat di sebelah Soobin, di paling ujung. "satu minggu lagi tuh," ia melanjutkan seraya melingkarkan satu pasang lengannya di pinggang Soobin dan mengistirahatkan kepalanya di bahu sang pemimpin.

 

Soobin tertawa, tangannya membawa si kucing hitam agar semakin dekat dengannya. Ia pun tidak lupa untuk membawa tangan sang alfa dan mengistirahatkan di atas pahanya. "Kita ambil short break sebelum lanjut konser dan kerjain album baru, ya," ujar Soobin seraya menenangkan Yeonjun yang sedikit tegang karena aromanya tiba-tiba terasa kuat dari biasanya.

 

"Film slice of life gak apa-apa kan, guys?" tanya Beomgyu di sebelah Yeonjun. Ia menatap ketiga anggota yang duduk di sebelah kanannya dengan senyum bodoh yang menggemaskan. "ya? Ya?"

 

"Dia maunya film sedih! Tragis! Tragedi!" Kai mengadu dari belakang Beomgyu, suaranya mendapat tatapan tajam dari yang lebih tua. "nanti Kak Yeonjun nangis jelek kalau kita nonton film sedih,"

 

Yeonjun mendengus. "Enak aja, aku gak gampang nangis karena film doang, tau!" ia sedikit meninggikan suaranya karena tidak terima tiba-tiba dituduh (walaupun itu adalah kebenarannya) oleh Kai.

 

"Ya, 'kan? Kalau gitu ayo film sedih aja!" Beomgyu merasa Yeonjun akan berada di pihaknya. "kalau gak mau kita nonton horor. Malam ini aku yang punya kuasa alias pegang remote!"

 

"Gak bisa!" Taehyun berseru dari ujung sana, di dalam pelukan Soobin. Hari ini dia tidak ingin jauh-jauh dari induknya. "kalau nonton film horor nanti aku sama Kak Soobie pindah ke kamar,"

 

"Anime aja, sih!" kali ini yang berseru adalah Kai. Yang langsung dibantah oleh tiga orang—kecuali Soobin. "gak seru banget kalian semua jelek,"

 

Soobin tertawa melihat keempatnya yang bertengkar karena hal-hal sepele seperti saat ini—jika ia pikirkan, Soobin pun merasa kalau Yeonjun begitu menggemaskan; dia ngambek karena gak kebagian tempat di tengah dan merasa tidak diperhatikan oleh keempat keluarganya yang menurut Yeonjun sibuk sendiri.

 

"Film malam ini biar Kak Yeonjun yang pilih," suara Soobin berhasil membuat mereka berempat diam. "Kakak kalian, tuh, bete seharian karena nggak kalian perhatiin selama syuting. Gak kebagian tempat di tengah juga," ia membeberkan rahasia kecil Yeonjun hari ini—yang tentu saja mendapat tatapan tajam dari Yeonjun.

 

Kai terbahak-bahak dari ujung kiri. "Oh, jadi beneran ngambek makanya nggak jawab pertanyaan aku tadi sebelum pulang," ia menyadari keanehan Yeonjun sejak siang tadi, tepat setelah mereka datang ke studio untuk syuting ke dua.

"Dia kalau udah mendekati rut emang lebih sensitif dari omega yang ada di rumah ini," komentar Beomgyu menggoda Yeonjun yang kini sudah menutup wajahnya. "liat, tuh, dia malu-malu. Pasti itu mukanya merah banget,"

 

Yeonjun semakin menutup wajahnya dan menyembunyikannya di atas lututnya yang ia tekuk sampai dada. Duduk di tengah-tengah Soobin dan Beomgyu bukanlah hal yang baik karena di sebelah kanannya ada si ember dan di sebelah kirinya ada si penggoda ulung.

 

"Sebagai permintaan maaf, kita gantian cium Kak Yeonjun!" Kai beride dan bergerak mendekati Yeonjun, ia berpindah tempat menjadi berada di hadapan sang Kakak yang masih enggan mendongak untuk berhadapan dengan mereka berempat. "jangan sembunyi terus gitu, donggggg!"

 

Hari menyebalkan Yeonjun ditutup dengan ciuman beruntun dari empat laki-laki yang sudah bersamanya lebih dari setengah hidup Yeonjun.

 

Siapa ia untuk menolak? Yeonjun membiarkan mereka meminta maaf dengan cara mereka masing-masing, meskipun wajah dan telinganya memerah tak karuan seperti terbakar. []

 

Notes:

find me on x: @wrrrites <3

Series this work belongs to: