Chapter Text
Tak ada yang berbeda dari hari-hari seperti ini. Rasanya hampir seperti rutinitas. Bangun, pergi ke sekolah, pulang, tidur. Rutinitas macam apa itu? Tapi dihari-hari yang lebih mendung dibanding biasanya, waktu terasa lebih lambat dan hatinya terasa lebih tersayat.
Padahal, luka itu sudah lama ia jahit, tetapi tampaknya tak kunjung sembuh, dan tak akan pernah. Bau hujan yang bercampur dengan tanah yang menusuk hidungnya dan suara rintik hujan yang menyentuh permukaan payung yang sedang dipegangnya terasa terlalu melelahkan, entah mengapa.
Carmen berusaha menarik nafas dalam-dalam. Mungkin hari ini tidak seburuk itu. Mungkin, aku akan bahagia hari ini, meski aku tak pantas bahagia.
Ia pun menyentuh kenop pintu, dan membukanya sekali lagi, dengan senyuman komersial yang selalu ia pasang itu, sambil menyapa orang-orang disekitar rumahnya.
Namun dari kejauhan, ada sepasang mata yang tau siapa Carmen dibalik senyuman itu. Hujan itu rapuh. Tapi begitu juga dirimu. Sayangnya, kau selalu berusaha lari dari fakta itu.
Choi Jiwoo namanya.
