Chapter Text
EPILOG
Di tengah gemerlap lampu dan riuh rendah suara orang-orang yang berbaur dalam suasana pameran seni, satu lukisan menarik perhatian banyak orang. Lukisan itu, dengan warna-warna yang mendalam dan ekspresi yang dalam, mampu menarik mata setiap pengunjung yang melewati galeri itu.
Seorang reporter mendekati Ryuji, yang berdiri di dekat lukisannya yang paling mencolok. Dengan senyum ramah, reporter itu menanyakan inspirasi di balik lukisan itu.
Ryuji menghela nafas, lalu tersenyum pahit. “Ini adalah kisah tentang cinta dan kehilangan,” jawabnya dengan suara lembut namun tegas.
“Wah, bisa dijelaskan lebih lanjut?” tanya reporter itu dengan penasaran.
Ryuji memandang lukisan itu sejenak, seolah-olah sedang mengumpulkan keberanian untuk menceritakan kisah yang paling dalam di hatinya. “Ini tentang perjalanan hidupku bersama seorang wanita yang begitu istimewa bagiku. Namanya adalah Yuu Mika,” ucapnya perlahan.
Ia mulai menceritakan kisah mereka, bagaimana mereka bertemu, bagaimana Mika membuka matahatinya terhadap keindahan dunia, bagaimana mereka saling mendukung dan menginspirasi satu sama lain. Dan tentu saja, ia menceritakan tentang kepergian Mika yang meninggalkan lubang besar di hatinya.
“Lukisan ini adalah cara saya mengungkapkan perasaan saya, perasaan kehilangan, kekosongan, dan juga kekuatan yang Mika tinggalkan padaku. Ia adalah sumber inspirasi terbesar dalam hidupku,” ungkap Ryuji, matanya dipenuhi dengan kilau yang khas, campuran antara kesedihan dan keberanian.
Reporter itu terdiam sejenak, tergerak oleh kejujuran dan kekuatan dalam kata-kata Ryuji. Dan sementara orang-orang berkerumun di sekitar lukisan itu, satu hal pasti: di alam sana, Yuu Mika pasti tersenyum melihat bagaimana kisah cintanya dengan Ryuji masih terus hidup, tak pernah pudar dalam lukisan-lukisan indah yang diciptakan oleh Ryuji.
FIN.
