Wish Fic Fest
Celebrating the wishrps community, one creative project at a time!
Find us here:
Alterspring
(Open, Moderated, Anonymous)
Recent works
-
Why Would I Let You In? (With You There's No Pretending) by yurikults
Fandoms: NCT (Band)
29 Oct 2025
Tags
Summary
Lima tahun dalam ritme yang pasti; Sion bekerja, bekerja, dan bekerja saja tanpa pernah memikirkan urusan hati. Tembok yang ia dirikan itu kokoh dan tinggi, gerbangnya rapat terkunci.
Sion sudah mendekati kepala tiga, Daeyoung baru masuk dunia kerja; ada banyak batasan yang harus dijaga, apa jadinya jika salah satu dari mereka jatuh suka?
-
Tags
Summary
Mau bagaimana pun Sion tetep mencintainya walaupun harus mendengar omong kosongnya yang bilang dia dari masa depan.
-
kusumaning ratri mung sawiji (kinanthi mematri sajroning ati kang suci) by amorvincitore
Fandoms: NCT (Band)
26 Oct 2025
Tags
Summary
Dalam riuh malam kala bunga bermekaran, Sion justru terpikat pada kuncup yang jatuh tergugurkan.
-
Tags
Summary
andai ini merupakan adegan dari sebuah ftv produksi sctv, mungkin judul yang dipilih adalah 'cintaku bersemi di lebak bulus.’ kalau rumah produksinya lebih bergengsi, jadi seri ott misalnya, mungkin judulnya akan menggunakan bahasa inggris seperti 'love train.'
beda lagi kalau adegan ini ada di sebuah fanfiksi, mungkin judulnya akan berupa kutipan sebuah lagu yang sama sekali nggak ada hubungannya dengan alur cerita seperti, ‘you say i'm perfect (but i've got thorns with my petals too).’
-
Tags
Summary
Yushi menatap gelasnya yang tinggal ampas. Keberanianya juga tinggal ampas, tapi kali ini Ia biarkan sisa - sisa keberanianya itu melewati harga dirinya.
“Rik,” ucapnya pelan. “Aku pengen besarin Sakuya bareng kamu, selamanya. Nggak apa-apa Sakuya manggil aku Papah, kamu Ayah. Aku… maunya kita bertiga.”
Riku mengangguk cepat, senyum ringan. “Iya. Emang dari kemarin juga gitu, kan. Kita bertiga.”Yushi berkedip. Ia menahan napas sepersekian. “Maksudku… barengnya yang beneran bareng. Aku sama kamu.”
Ia menatap Riku sebentar, lalu lari ke tempat sepi. “Kamu paham, kan.”
Riku memutar sendok. “Paham.”Yushi menimbang, apakah harus sebut nama dari hubungan ah—tapi jantungnya mundur.
“Terus kamu nggak ngajak siapa-siapa lagi ke rumah,” ujarnya, mencari konfirmasi lain. “Kita bertiga.”
Riku mengernyit. “Mau siapa lagi, Yus? Aku sama kamu sama Sakuya. Udah pas.”Ia tertawa kecil, sungguh-sungguh tak menangkap maksut Yushi. “Kamu tuh mikir apa sih.”
