Actions

Work Header

Lirikan Matamu Menarik Hati

Summary:

Helaan nafas berhembus tanpa suara dari dua insan yang berbalut rembulan dan lilin. Tanpa disadari, perihal kasus sudah tak lagi menjadi fokus mereka.

Di kesunyian malam, tertinggal hanya mereka berdua dan perasaan yang raib akan suara.

Notes:

Coba deh kalian liatin wriolette di preview page versi 4.1 ini selama lima atau sepuluh detik (itung-itung sambil dengerin ost-nya, hehe).

Waktu itu aku langsung ngebut nulis ini karena BISA-BISANYA MEREKA SALING NGELIATIN SATU SAMA LAIN KAYAK GITU, UDAH MANA BERDUAAN DOANG DI KANTOR, MALEM-MALEM PULA, TERUS CUMAN DITEMENIN LILIN—

//authornya disleding Chevreuse karena udah bikin kericuhan

(See the end of the work for more notes.)

Work Text:

"Cahaya lilin di wajah Neuvillette... Cantik sekali. Ekspresinya mungkin tegas setiap saat, tapi kala ditimpa emas yang redup, emas yang bagaikan peninggalan terakhir mentari ini, dia terlihat... lebih bisa digapai..."

"Hm? Duke Wriothesley? Ada apa?"

"Ah, bukan apa-apa, Chief Justice. Saya hanya memikirkan keadaan Benteng Meropide, seperti biasa."

"Jika Benteng membutuhkanmu, kau dipersilakan untuk segera kembali kesana. Kita bisa melanjutkan diskusi ini di lain hari ketika waktu memperbolehkanmu."

"Chief Justice, seandainya Benteng runtuh hanya karena saya tak hadir satu malam saja disana, maka tempat itu tak pantas disebut benteng. Lagipula, saya tak keberatan terus berdiskusi dengan anda walau hingga hari berganti."

"... Aku mengerti..."

 


 

"Didekap oleh rembulan dari jendela dan lilin dari sudut meja seperti ini, Duke Wriothesley terlihat begitu tangguh, layaknya benteng yang dia jaga dan keadilan yang dia junjung erat dalam tinjunya..."

Andaikata Wriothesley tau bahwa pemikiran Neuvillette saat ini mengeja dambaan yang tak jauh berbeda darinya, mungkin—

Helaan nafas berhembus tanpa suara dari dua insan yang berbalut rembulan dan lilin. Tanpa disadari, perihal kasus sudah tak lagi menjadi fokus mereka.

—mungkin saja perasaan ini tak akan begitu menggemparkan hati.

Notes:

Tweet aslinya disini!

Sayangnya aku kurang paham bagaimana caranya masukin gambar di ao3, jadinya drabble ini isinya dialog doang TvT.

Kalau di tweet aslinya itu memang ada gambarnya, iya, tapi caranya edit dulu di gallery WKWKWKWKW.