Work Text:
"Cahaya lilin di wajah Neuvillette... Cantik sekali. Ekspresinya mungkin tegas setiap saat, tapi kala ditimpa emas yang redup, emas yang bagaikan peninggalan terakhir mentari ini, dia terlihat... lebih bisa digapai..."
"Hm? Duke Wriothesley? Ada apa?"
"Ah, bukan apa-apa, Chief Justice. Saya hanya memikirkan keadaan Benteng Meropide, seperti biasa."
"Jika Benteng membutuhkanmu, kau dipersilakan untuk segera kembali kesana. Kita bisa melanjutkan diskusi ini di lain hari ketika waktu memperbolehkanmu."
"Chief Justice, seandainya Benteng runtuh hanya karena saya tak hadir satu malam saja disana, maka tempat itu tak pantas disebut benteng. Lagipula, saya tak keberatan terus berdiskusi dengan anda walau hingga hari berganti."
"... Aku mengerti..."
"Didekap oleh rembulan dari jendela dan lilin dari sudut meja seperti ini, Duke Wriothesley terlihat begitu tangguh, layaknya benteng yang dia jaga dan keadilan yang dia junjung erat dalam tinjunya..."
Andaikata Wriothesley tau bahwa pemikiran Neuvillette saat ini mengeja dambaan yang tak jauh berbeda darinya, mungkin—
Helaan nafas berhembus tanpa suara dari dua insan yang berbalut rembulan dan lilin. Tanpa disadari, perihal kasus sudah tak lagi menjadi fokus mereka.
—mungkin saja perasaan ini tak akan begitu menggemparkan hati.
