Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
Series Metadata
Listing Series
-
Kunjungan di Malam Suntuk by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
07 Mar 2024
Tags
Summary
Wajahnya begitu dekat dengan Neuvillette, hanya terpisahkan oleh helaan nafas. Akan sangat mudah bagi Wriothesley untuk menghujani Neuvillette dengan kecupan yang selalu suka dia tinggalkan di sudut bibirnya maupun keningnya tiap pagi.
Bibir Wriothesley tertarik ke atas, dan sekilas sebuah taring tajam mengintip. "Selamat malam, Chief Justice Neuvillette. Sang Administrator Benteng Meropide telah hadir untuk menemani malam Anda."
Kala malam semakin menua, seseorang datang berkunjung ke kantor sang Hakim Agung.
Series
- Part 1 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Lirikan Matamu Menarik Hati by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
07 Mar 2024
Tags
Summary
Helaan nafas berhembus tanpa suara dari dua insan yang berbalut rembulan dan lilin. Tanpa disadari, perihal kasus sudah tak lagi menjadi fokus mereka.
Di kesunyian malam, tertinggal hanya mereka berdua dan perasaan yang raib akan suara.
Series
- Part 2 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Setia Mengekori Tiap Napasmu by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
10 Mar 2024
Tags
Summary
Namun untuk bisa berbincang empat mata dengan Focalors, mereka harus diberi izin oleh Leviathan.
Sayang sekali, tak peduli dimanapun Leviathan duduk, "anjing penjaganya" selalu berdiri di belakang kursi dengan kalung liontin melingkari leher penuh luka dan rantai yang terulur ke jari-jemari lentik Leviathan.
Selama mata rantai masih ditarik dan digiring, dia tak akan bisa disentuh oleh hasrat siapapun.
Series
- Part 3 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Hangatnya Cinta, Dinginnya Duka by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
14 Mar 2024
Tags
Summary
Kalimat tersebut pernah diberi suara oleh sang terkasih di bawah naungan hujan. Meski Wriothesley diberi Cryo Vision oleh para penjajah, sentuhannya setara dengan belaian pertama sang fajar sampai-sampai Neuvillette dibuat hancur olehnya. Ketika tangannya menangkup wajah Neuvillette, ibu jarinya turut menerka tangis dari Langit—tangis tanpa suara dari ekor matanya.
Inikah kehangatan yang dia maksud?
Bukankah cinta itu seharusnya terasa hangat?
Series
- Part 4 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Emas Tak Bertuan, Cinta Tak Bernyawa by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
15 Mar 2024
Tags
Summary
Lidahnya membentuk nama yang begitu familiar, kerap kali dia kejar baik di percakapan hangat maupun gulitanya malam. Pemilik nama itu adalah tempat Neuvillette bersandar ketika hujan menggebu-gebu dan hati melarat. Tubuh pemilik nama itu adalah bukti kekejaman manusia, tapi senyum pemilik nama itu adalah bukti kebaikan manusia.
Neuvillette tak bisa kehilangannya.
Namun pemandangan yang menyambutnya di hadapan gerbang besi menghancurkan segala doa yang dia punya.
Hari itu, rintik hujan yang turun sarat akan duka.
Series
- Part 5 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Dikenang, Bahkan oleh Kematian by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
17 Mar 2024
Tags
Summary
Sungguh, dia terlalu nekat tadi. Monster-monster itu seharusnya dihadapi oleh puluhan Vision holder dan bukannya seorang diri, tapi dapatkah Wriothesley berbalik pergi untuk mencari bantuan sementara monster itu sudah memasuki rumah? Tentu saja tidak.
Tiga telur ini adalah anak-anaknya. Wriothesley tidak mungkin membiarkan anak-anaknya direnggut darinya.
Namun hari ini, tampaknya Wriothesley harus mengingkari janji.
Hari itu, hangatnya cinta Wriothesley berupa nyawanya yang menipis.
Series
- Part 6 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Tentang Kaus Wriothesley by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
19 Mar 2024
Tags
Summary
"Selamat pagi, Wriothesley," suara teduh Neuvillette menyambut pendengaran, layaknya kepak sayap kupu-kupu yang manis. Ah, inikah yang namanya anugerah dunia? "Kulihat kau sudah mulai memasak sarapan. Bolehkah aku membantumu?"
Yep, sudah pasti anugerah dunia. Menaruh pisaunya di atas talenan, Wriothesley pun berbalik untuk balas menyapa sang terkasih. "Selamat pagi, mon chéri—"
Otak Wriothesley seketika konslet.
Hari masih pagi, tapi Wriothesley sudah diberi pemandangan surgawi (katanya sih gitu).
Series
- Part 7 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Sisa dari Rakusnya Waktu by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
21 Mar 2024
Tags
Summary
Di hadapan Neuvillette, wajah Wriothesley adalah sebuah lukisan indah yang telah termakan umur.
Tak lagi ada garis rahang yang keras dan tulang pipi yang kokoh, sekarang hanya ada kulit yang mengerut dan mata yang sayu.
Tak lagi ada rambut hitam dengan sepasang segitiga mirip telinga serigala, sekarang hanya ada rambut putih yang terjatuh lemas layaknya detik terakhir secarik daun di musim gugur.
Neuvillette tak pernah mengenal sosok yang lebih egois dari waktu.
Series
- Part 8 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
"Selamat Berpulang, Kasihku." by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
22 Mar 2024
Tags
Summary
Bertahun-tahun mereka saling mengenal, tapi formalitas bukanlah rasa yang dapat dihapus dari lidah dalam satu hari. Tak peduli meski mereka pernah membisikkan nama sang pujaan hati di tengah hening, semua keberanian seakan-akan ciut ketika Neuvillette menghampiri sang suami di ambang pintu rumah.
Ya, suami. Dia dan Wriothesley akhirnya menjalin sumpah dan kasih setelah usaha tak terhitung sang Duke untuk memadu hati sang naga.
Bagi Neuvillette, rumah adalah tempat dimana Wriothesley berada dan berpulang.
Series
- Part 9 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Cinta Selembut Handuk Putih by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
23 Mar 2024
Tags
Summary
Handuk putihnya dibiarkan terbentang, kedua sisinya sampai mengecup pipi Neuvillette. Sepasang iris koral itu diwarnai terangnya bintang kejora, sedikit terhalang oleh bentangan handuk seolah-olah dia sedang memakai tudung pernikahan—
Wriothesley berkedip lagi. Pemandangan indah itu masih berada di depan mata berupa Neuvillette yang tersenyum manis, dengan sabar menunggunya berujar.
Bukannya direm, lidah Wriothesley malah ngegas. "Monsieur, nikah yuk."
Wriothesley membantu Neuvillette mengeringkan rambutnya ketika hari masih mengantuk di cakrawala.
Series
- Part 10 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Jantungmu, Nyawamu, Hartaku by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
25 Mar 2024
Tags
Summary
"Tidak, kau tidak akan pergi meninggalkanku. Aku menolak untuk lanjut hidup dengan titah dari para penjajah itu. Hidupmu bukanlah milik mereka, Wriothesley."
Neuvillette mulai menanami wajah pucatnya dengan kecupan selembut kelopak bunga—sebuah kebohongan semanis nektar—sebelum cakarnya tenggelam di antara tulang rusuk Wriothesley.
Tidak ada yang berhak untuk merebut harta seekor naga, bahkan Langit itu sendiri.
Series
- Part 11 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Tulusnya Hati, Kekalnya Darah Daging by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
06 Apr 2024
Tags
Summary
"Maka jelaskan padaku, Leviathan, kenapa kau menyimpan manusia yang telah ditandai oleh penglihatan mereka?"
"Wriothesley mungkin masih memiliki Vision, tapi dia bukanlah milik Celestia," Neuvillette menekankan, dan jauh di balik tulang rusuk Wriothesley, berdetaklah segumpal daging yang setia memompa nyawa yang dahulu pernah bisu. "Jantungnya adalah milik saya, sebagaimana hati saya adalah miliknya."
Ada beberapa hal yang bahkan akhir dunia tak bisa luluh lantakkan.
Series
- Part 12 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
-
Sampai Akhir Dunia Memisahkan Kita by seventhgiver (fifthgiver)
Fandoms: 原神 | Genshin Impact (Video Game)
09 Apr 2024
Tags
Summary
"Apakah–" sebuah isak tangis berhasil lolos dari bibir Madame Furina, "apakah kau bersumpah akan terus mencintai Duke Wriothesley sampai– sampai kematian memisahkan kalian...?"
"Kematian tak akan menjadi penghalang," Neuvillette mengoreksi. "Bahkan ketika cintaku telah berpulang, aku akan terus mencintainya sebagaimana tanah mensyukuri turunnya hujan."
Hari ini, Neuvillette akan menikahi seorang jenazah.
Series
- Part 13 of Samudraku, Mari Kita Berpulang Bersama?
