Adult Content Warning

This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.

If you accept cookies from our site and you choose "Yes, Continue", you will not be asked again during this session (that is, until you close your browser). If you log in you can store your preference and never be asked again.

  1. Tags
    Summary

    Luka mencoba mencari identitas lelaki tersebut melalui penciumannya. Sayang, ia tak berhasil menemukan apa-apa. Tidak ada aroma bangkai khas vampir. Tidak ada pengap bangsa manusia serigala. Tidak ada pula amis yang umum peri miliki. Sesungguhnya, apa yang Luka hirup, ialah aroma hujan pertama setelah lama kemarau. Tahu, kan? Bau yang segar, murni, dan intens.

    Dari ia pula, aroma nektar tadi berasal. Luka jadi tak kuasa menolak ketenangan yang seolah diberi untuknya.

    “Baru kali ini, ada vampir masuk rumah aku,” ucap lelaki itu memecah sunyi. Suaranya berat, memiliki getaran janggal yang, entah mengapa, beresonansi di udara hingga buat gendang telinga Luka merinding. “Kamu sendirian?” lanjut sang sira bertanya.

    Tak butuh waktu lama untuk Luka menjawab, “sendiri,” sembari memijat lembut daun telinga kirinya dengan tangan kanan. “Kamu siapa?”

    Mengernyit sang sira tatkala mendengar. Air wajahnya seakan ungkap rasa tak percaya atas tanya yang Luka sampaikan. Kendati demikian, ia tak sampaikan kebingungan itu. Tak ingin, mungkin.

    “Ivan,” jawabnya singkat. “Kamu, Luka, kan?”

    Language:
    Bahasa Indonesia
    Words:
    24,626
    Chapters:
    4/4
    Comments:
    8
    Kudos:
    38
    Bookmarks:
    6
    Hits:
    1,211