Adult Content Warning

This work could have adult content. If you continue, you have agreed that you are willing to see such content.

If you accept cookies from our site and you choose "Yes, Continue", you will not be asked again during this session (that is, until you close your browser). If you log in you can store your preference and never be asked again.

  1. Tags
    Summary

    Richard didera kebencian yang luhur terhadap santapan.

    Batinnya senantiasa meradang oleh derita monoton, baik kala menjumpai suguhan pagi, kudapan siang, maupun perjamuan malam. 

    Ia mengutuk tiap hidangan yang kerap, acap sekali! diagungkan kelezatannya oleh para sipir──sang penjaga belenggu durjana──sekali lalu sisa-sisa urunan dari jiwa di luar sana yang menawarkan empati semu, padahal ia tahu, jauh dalam lubuk hati, mereka simpan ngeri atas eksistensinya.

    Richard muak. Begitu muak; teramat muak hingga seluruh isi lambungnya bergolak dalam keputusasaan yang dahsyat, memicu histeria untuk membuang paksa santapan yang tersaji setiap kali ia dihendaki duduk menghadap meja perjamuan.

    Ia membenci──sungguh sedemikian membenci!──kilau dingin dari pisau, garpu, dan/atau perkakas perak yang menyerupai instrumen penyiksaan. Ia tak lagi kuasa menoleransi segala hal yang hampa aroma, hampa rasa; segalanya terserap dalam kedunguan, seakan seluruh indra pengecapnya telah diamplas habis oleh jemari maut hingga mati rasa.

    Language:
    Bahasa Indonesia
    Words:
    3,333
    Chapters:
    1/4
    Comments:
    17
    Kudos:
    10
    Bookmarks:
    1
    Hits:
    147