Recent bookmarks
-
Tags
Summary
“Hey,” sapa Seonghyeon dengan ramah. Dia memberikan senyum tipis pada Keonho yang seketika menengadah mendengar suara yang amat dikenalinya. Mata mereka bertemu sesaat sebelum Keonho memutus kontak lebih dulu. Anak-anak lain ikut menyapa Seonghyeon sebelum kembali fokus pada pembicaraan mereka yang sempat tertunda. Tanpa melihat ke arah Seonghyeon, lelaki kelahiran februari itu berujar datar. “Tunggu di luar dulu, ya.” Nadanya yang tak biasa buat Seonghyeon keheranan namun dia tetap menurut. Entah kenapa, meskipun Keonho tak terlihat marah padanya, suaranya seolah-olah sedang memarahi Seonghyeon. Atau Seonghyeon yang kelewat sensitif? Entahlah, yang penting dia keluar dulu dari sana. Gak tau kenapa suasana di ruangan itu jadi mendadak suram.
Sedikitnya cara dari Keonho membujuk pacar cengengnya.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 1,190
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 12
- Kudos:
- 113
- Bookmarks:
- 9
- Hits:
- 918
Bookmarked by reznuyang
02 Mar 2026
-
Tags
Summary
Salam seperTONES-an! ✊🏻✊🏻
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 3,580
- Chapters:
- 2/?
- Collections:
- 1
- Comments:
- 69
- Kudos:
- 392
- Bookmarks:
- 41
- Hits:
- 12,235
Bookmarked by reznuyang
18 Feb 2026
-
Tags
Summary
Pertemanan mereka ada naik turunnya, memang siapa sangka Keonho bisa diamkan Seonghyeon sampai Seonghyeon rasanya mau gila
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 1,272
- Chapters:
- 1/1
- Comments:
- 17
- Kudos:
- 240
- Bookmarks:
- 10
- Hits:
- 2,639
Bookmarked by reznuyang
17 Feb 2026
-
Tags
Summary
“Kamu sadar nggak,” kata Aya pelan, “kalau kamu ganteng?”
Kresna tersenyum. “Kamu sadar nggak kalau kamu bikin aku susah fokus?”
Aya tertawa kecil. Sungguh jika boleh, ingin sekali Aya mencium pacar tampannya itu. Bagaimana mungkin ia tidak salah tingkah sedang dari tadi ia ditatap begitu lekat oleh orang setampan ini.
Bookmarked by reznuyang
17 Feb 2026
-
Tags
Summary
Eom Seonghyeon likes Ahn Keonho.
But for Seonghyeon, the team comes first. The members come first. Their dream, their future—those things will always take precedence over whatever he feels.
So he chose to hide it.
To bury the truth somewhere deep inside him where no one else could reach it. He chose to be closeted, to put on a version of himself that wasn’t entirely real, even if it meant contradicting the very principle CORTIS was built on: to be as authentic as possible, breaking the mold and showing the world who they truly were.
He wanted to live by that. But how could he, when the most honest part of him was also the most dangerous?
Bookmarked by reznuyang
02 Jan 2026
