Fandoms
Recent works
-
Tags
Summary
Agaknya, beberapa orang memang sulit dimengerti—termasuk Si Leejeong ini. Laki-laki itu mencoba mendesak Kangmin sebab pengakuannya yang baru saja itu tidak mendapat respon yang layak untuk disebut demikian.
"Bukan, Jeongie. Bukannya aku nggak suka.” Kali ini, kalimat Kangmin terpenggal. Ia menarik nafas dalam disertai telapak tangan yang menyapu sisa air di wajahnya. “Ada, nggak, kira-kira ... orang selain kamu yang nyatain perasaan waktu lagi mandi bareng?”
-
Tags
Summary
Setelah keluarkan pakaian putih dari dalam tas, Gio menyerahkannya pada si lawan bicara. Barang kepemilikan teman seangkatannya berhasil kembali dengan bonus amanat kecil: “Jangan di kamar mandi lain kali, Sen.”
“Lo kenal gue?” adalah respon yang diberikannya.
Gio mendengus saat merasa sarannya tak diindahkan. Bukan masalah besar, sih. Lagipula, ia jadi ingat mereka bertukar barang pribadi sebelum nama.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 1,988
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 14
- Hits:
- 209
-
(Bukan) Cara Menjadi Teman Sekamar yang Baik by zuyyuzz
Fandoms: ALPHA DRIVE ONE | ALD1 (Band)
09 Dec 2025
Tags
Summary
Ayo, ke sini sebentar. Aku tidak suka frustasi sendirian. Permasalahanku: Aku suka Sangwon, pun dengan cerita-ceritanya—tapi tidak untuk yang berbau temannya itu.
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 667
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 8
- Hits:
- 248
-
Tags
Summary
Mungkin bagi sejumlah orang, ini hari yang tepat untuk dimaki. Seperti ‘hari sial betulan nggak ada di kalender,’ misalnya. Sayang sekali, Sangwon tidak bisa turut berduka demi teman-temannya hari ini. Dia kepalang girang sambil lari-lari kecil meninggalkan gedung jurusan menuju ke tempat mobilnya disimpan sepuluh menit lalu.
Recent bookmarks
-
Tags
Summary
Everyone knows Seongjun and Yejoon are inseparable.
Everyone except Yejoon, who insists the warmth in his chest is just habit, and Seongjun, who never questions why he reaches for Yejoon first.
Some lines are crossed so often they stop feeling like lines at all.
Bookmarked by zuyyuzz
14 Feb 2026
-
Tags
Summary
The city felt too big. Even when he was walking on solid pavement, Juwang’s feet didn’t quite feel real. There were too many cars. Too many signs in neon colors. Too many people who didn’t look up. It was the kind of place where no one noticed if you disappeared.
He should’ve felt excited. They’d talked every day for almost a year. Donghwa knew his favorite pencil brands, and had listened to him cry once about a broken drawing tablet. They weren’t strangers.
But when he got to the café and saw Donghwa hunched over a mug like he was trying to disappear into it—Juwang paused.
He looked exactly like he did in his profile picture—tousled black hair, dark hoodie, the kind of gaze that made you feel like he saw more than he let on. But something about him felt different now. More distant. More unreadable than ever. He was used to Donghwa’s stillness through a screen. The pauses, the thoughtful silences, the dry comments that came a second too late. But in person, it had weight.
Bookmarked by zuyyuzz
26 Oct 2025

