Actions

Work Header

Lifetime

Summary:

seorang yang hendak membersihkan nama bertandang bukan tanpa perihal, viscount baden mencari payung sebagai alatnya untuk mengembalikan nama tak pernah menyangka dia akan menolong pria asing yang hendak terjun dari atas jembatan itu di tanah asia sana. mereka berkenalan karena laki-laki bernama xie bian yang berhutang budi itu juga menawarkan bantuan, dan dua bulan perjalanan itu tak menjadi sia-sia : entah takdir atau memang keberuntungan semata, sesuatu yang dicarinya merupakan bagian dari xie bian yang sudah terbengkalai dan ingin dikubur selama-lamanya. / “Sejak kematian Fan Wujiu, aku merasa dia hidup di dalam payung ini bersamaku.”

WuJose, Wu Chang x Jose Baden, the Black & White Guardian & the First Officer
setting : Medieval!AU, #Orchid

Chapter 1: Nothing but Air

Notes:

(See the end of the chapter for notes.)

Chapter Text

“Aku akan segera kembali ke dermaga setelah menemukan apa yang kucari. Mungkin akan menghabiskan waktu beberapa hari. Selama itu, tolong persiapkan kapal untuk keberangkatan pulang.”

“Siap laksanakan, Kapten. Hati-hati di jalan!”

Jose berpesan pada salah satu penghuni kapalnya sebelum meninggalkan tanggung jawab kepada berpuluh-puluh anak buah yang diminta untuk menjaga kapal sembari menunggu misi pencariannya di suatu pagi; tepat ketika buritan kapal itu menjadi tempat terakhirnya untuk menepi. Beberapa dari mereka (anggota perompaknya itu) pernah menawari diri untuk menemani : tetapi Jose menolaknya dengan mengatakan kalau mereka harus tetap bersikap seperti pengunjung dermaga biasa lagi berupaya sebaik mungkin buat berbaur dengan warga lokal. Ada sesuatu yang harus mereka tutupi : intinya sekali, perompak bukanlah opsi profesi yang harus diakui.

Di sisi lain, sebagian adalah karena rasa kasihannya yang berkata untuk biarlah mereka (semua anak buahnya) untuk menepi sementara demi beristirahat total setelah perjalanan melelahkan di lautan selama berbulan-bulan yang mereka lalui. Tetapi pilihan itu tidak pula ada untuk dirinya sendiri. Jose yang memutuskan :  keinginannya untuk menjamah dan merasakan sendiri sensasi bebas memang tak lagi layak buat berlama-lama dipendam.

Tempat ini bernama daratan Asia. Tanah di mana lintas budaya dan bahasa menjadikan sesuatu yang dulu asing di balik Samudera dalam mimpi dan dambaannya muncul dalam wujud sesuatu yang tak perlu lagi bersusah payah dibayangkan seperti apa rupanya. Berkat sebuah peta dunia yang menjadi pegangan utamanya : Jose dan awak kapalnya berhasil sampai di destinasi terakhir posisi kemungkinan harta karun itu berada. Harga diri sang Ratu. Apa yang Sang Absolut pesan dari lama itu menjadi sebuah titah; atas ganti nyawa dan dosa yang pernah ayahnya perbuat dengan mengotori nama leluhur serta seluruh keturunan viscount yang disandang keluarganya.

( Dan Jose, oleh status yang dinilainya lebih baik terbanding dari anjing penjaga Ratu bisa kau bilang; semena-menanya itu adalah ditugaskan untuk mencari payung antik yang dipercaya menyimpan kekuatan mistik incaran Ratu. Ratu mengingingkan kekuatan yang Jose sendiri pun; tak dapat memastikan apa. )

Dan atas seluruh dosa yang pernah ayahnya cemarkan— Jose datang sebagai penebusan kebusukan-kebusukan tersebut, mengatasnamakan kejayaannya.

Jauh-jauh datang dari Eropa, tak berarti pula Jose harus melewatkan opsi untuk memilih rehat dari kendala lelahnya. Pengembaraan itu lebih menggiurkan ditantang sendirian, saat itu juga; mengelilingi kota tepi pantai di mana pedagang lokal masih berkumpul menawarkan barang-barang dagangan mereka. Sudah Jose tandangi sebagian penawaran yang diberikan, beberapa adalah membeli bahan makanan yang sanggup dibawanya satu orang untuk bekal perjalanan menempuh suka duka itu seorang : dan Jose tak lupa memegang mata uang tanah asing sebagai antisipasi yang Ratu berikan jauh-jauh hari sebelum hari ini datang. Dengan baju yang tertutup di sana-sini, ada sebuah senjata di balik jubah punggung sebagai peran pertahanan terakhirnya. Hanya saja; dari sekian itu demi mendapatkan simpati dan menutupi status aslinya, Jose sengaja tidak memakai sebelah tangan palsunya.

“… ah?”

Dan di sanalah dia. Mencoba menikmati hari pertamanya dengan berjalan-jalan santai sampai sesuatu terjadi menghalangi atensi dan niat perdananya.

Segerombol berandalan (tiga-lima orang jumlahnya), tidak pula dikatakan sebagai orang jahat yang siap menerkamnya (Jose) tetapiapa-apaan keberadaan senjata di tangan mereka itu? Jose awalnya bersikap tak peduli dengan mencoba melewati, mereka berada di tepi jembatan di mana pangkalnya adalah jalan yang harus Jose lalui jika ingin menjelajah kota lebih dalam mencari tahu lagi : andaikata memang, pusat perhatiannya tidak tiba-tiba teralihkan oleh laki-laki yang memandang derasnya air dari balik tepian itu tiba-tiba—…

“TUNGGU!”

( Sesuatu memicu kakinya untuk bergerak, tanpa pamrih; perasaan yang betul-betul mendadak tak enak. Dia, lelaki di penghujung jembatan itu; diarahkan oleh pedang yang siap—? )

Sayatan pertama; sebagai ganti dari tindakan heroik tanpa pikir panjang laki-laki latina itu tidak jauh-jauh dari bahu yang direlakan bercucuran darahnya. Senjata tajam menebas cukup dalam; pada pangkal pundak yang posisinya tak lagi memiliki lengan. Orang-orang ke itu heran serta kelabakan. Tidak menyangka seseorang yang buntung berani melerai atas perlakuan keji yang dilaksanakan tak terduga.

Mundur.”

Intimidasinya ini, tatapan yang siap membunuh (kapan saja) ini— bekas luka yang menggaris di kelopak mata kiri; cukup menjadi bukti bahwa Jose menyukai seumur-umur maut yang pernah menantang buat membinasakan hidupnya.

Sebenarnya mudah saja bagi Jose untuk menumbangkan mereka, kemungkinan terburuk adalah biarkan keributan itu tak lagi menjaga identitasnya. Di mana tanah dijunjung; seorang utusan langsung dari Ratu oleh misi membahayakan tentu akan dikirim langsung ke pengadilan negara bersangkutan tanpa pikir panjang. Tak ada yang sepatutnya tahu kadatangannya. Namun naas : mengetahui orang asing yang mengambil alih suasana, seorang jahat yang lain berusaha menyerangnya pula. Mereka mulai bekerja sama mengeroyoknya : sebenarnya di posisi itu Jose sudah bersiap-siap untuk sekalian mencuci bersih mereka. Masa bodoh segalanya; keselamatannya dan pria itu adalah—

Uaaaghh!!”

Tiga orang tumbang. Titik keseimbangan dipukul, disusul oleh beberapa yang lain : secepat kilat gerakan dari seseorang yang barusan benar berniat dia bantu.

Tatapannya dingin, minim ekspresi; Jose tak mengenal siapa tapi yang pasti dia adalah seseorang yang sebetulnya tertangkap basah hampir melompat dari atas jembatan tadi. Ternyata tanpa ditolong pun; dia punya keahlian yang cukup untuk membela dirinya sendiri. Jose terlalu lugu. Gegabah dengan merelakan sebelah bahu. “Anda tidak apa-apa?”

Setidaknya, Jose tak perlu repot-repot memperlihatkan siapa dirinya— hutang nyawa dibalas penyelamatan nyawa; begitu aturan tak tertulisnya. Uluran tangan itu hendaknya diterima. “Hahaha. … terima ka—”

Tentu saja. Ini hari yang betul-betul menyenangkan, bukan? Kehabisan darah; luka itu adalah pekerjaan berat bagi tubuhnya buat melakukan pemulihan segera dan saat itu juga. Pandangannya kabur; segalanya menghitam, dan Jose merelakan agar hari tak mengizinkannya lagi buat berlama-lama terjaga. Jose ada di antara tubuh-tubuh pengeroyok yang terkapar : namun dengan itu pula entah bagaimana caranya, lelaki berambut panjang sudah membawanya pergi duluan dari sana. []

Notes:

Identity V © NetEase

.

Day06 : Nothing but Air
[ Wu Chang & Jose Baden ]

Medieval!AU;
6th February 2021, 07:47 PM