5 Works by Maracleia
Listing Works
-
Tags
Summary
Hector mencengkeram sisi kloset sambil melingkarkan sebelah lengannya dengan erat di sekitar perutnya sendiri, tersengal lemas dan memejamkan matanya dengan erat saat merasakan pandangannya berputar. Setelah dengan susah payah menegakkan punggung untuk menekan tombol flush, Hector kembali menjatuhkan kakinya ke atas lantai kamar mandi, mengerjapkan matanya beberapa kali untuk mengembalikan kesadarannya yang perlahan mulai hilang. Sebelum kepalanya sempat terkulai jatuh dan menghantam lantai, punggungnya terlebih dahulu membentur dada seseorang yang secara tiba-tiba menyanggganya dari belakang. Hector mendongak, membuka matanya dengan susah payah, dan menemukan Pau.
Series
- Part 2 of Lucky, Jason Mraz & Colbie Caillat
- Language:
- Bahasa Indonesia
- Words:
- 3,778
- Chapters:
- 1/1
- Kudos:
- 4
- Hits:
- 29
-
Tags
Summary
"You didn't even tell me anything." Untuk yang pertama kalinya sejak merenggut dan hanya mengeluarkan kalimat yang tak jauh dari 'shut the fuck up', Hector akhirnya mengutarakan kalimat lain. "You didn't—I know it from the fucking internet," katanya. Pau diam seolah sedang dimarahi induknya ketika Hector melanjutkan, "I woke up with a still sore shoulder on a random Tuesday and opened Twitter and my boyfriend is all over my timeline and he's bald."
-
Tags
Summary
Saat sosok di depan pintu berhasil tersergap seluruhnya oleh pandangan, Kenan membeku.
Arda.
Arda yang ada di sana.
Series
-
Tags
Summary
Dean kira dia akan menemukan Arda sendirian, dengan mata kosongnya yang selalu Dean lihat jika dia kecewa dengan hasil akhir pertandingan, termenung menatap jalanan yang sudah mulai sepi atau mungkin Dean bahkan tak akan menemukannya sama sekali. Arda bisa saja memilih untuk mengunci diri di dalam kamar dan menelan pahit sendirian seperti biasa.
Tapi tidak, Dean menemukannya. Di trotoar sepi, diapit dua gedung tinggi dengan lampu jalan keemasan yang terlihat remang menyorot wajahnya, dengan punggung menyandar ke tembok dan dua tangan yang sembunyi kedinginan di saku jaketnya.
Juga dengan Kenan, di sebelahnya.
Series
-
Tags
Summary
Selain tinggal di kelas mana dan siapa teman sebangkunya, Hector tidak tahu apa-apa soal Pau dan kehidupan sekolahnya; berapa nilai ulangan hariannya, apa yang biasa ia pesan di kantin saat istirahat, jadwal piketnya, atau siapa guru yang paling membuatnya kesulitan. Gedung kelas mereka berjauhan, tiap angkatan juga punya fasilitas masing-masing (kantin, kolam renang indoor, lapangan olahraga), satu-satunya kesempatan Hector dan Pau melihat satu sama lain adalah ketika mereka berbaris untuk upacara bendera— sekali dalam seminggu. Pau biasanya akan mencari kepala Guiu terlebih dahulu (karena dia tinggi) sebelum akhirnya menemukan mata Hector dan keduanya akan berbarengan melempar senyum.
Pagi ini juga seharusnya seperti itu, Hector pikir. Jadi ketika melihat Pau malah bercanda dengan orang (perempuan) yang namanya bahkan belum pernah Hector dengar sebelumnya, sebungkus roti stroberi dan sekresek gorengan yang pagi ini Hector telan seolah ingin keluar lagi dari perutnya.
Series
- Part 1 of Lucky, Jason Mraz & Colbie Caillat
