1 - 20 of 31 Works by potraclus
Navigation
Listing Works
-
Tags
Summary
“Semoga keselamatan dan kebaikan menyertai, sangga buwana sukma abdi. Lihat niat aku membakar kemenyan, memanggil si indah yang gaib, si perewangan abadi. Nguntal benih ilmu iki, menyatulah dengan aku. Lahaplah aku, Valeriy.”
-
Tags
Summary
Scaramouche mengenal aroma yang mengerawang sebelum ia melihat rupa pemiliknya; wangi gula yang dibakar, raksi madu yang menempa kristal, harum rosemari dari sakit yang belum tamat. Scaramouche mengenal aroma dari firdaus yang fana sebelum ia jadikan Lohen sebagai tajuk mahkota.
Mhm, Scaramouche mengenal aroma Lohen, lantaran ialah sebentuk sembah kelintar.
-
Tags
Summary
Di bawah kanopi kantin FISIP Depok yang membakar kulit di bulan Juni, sebuah kemelut perlahan merajut sauhnya. Megumi, Sukuna, Maki, Hakari, dan Kirara tengah berkejaran dengan waktu administrasi KKN ketika satu celah memaksa mereka mencari orang keenam. Lewat perantara Kirara, Satoru Gojo──seorang kakak tingkat yang menyimpan kegagalan masa lalu──akhirnya terseret masuk ke dalam lingkaran, mengemban tugas sebagai wakil ketua.
Sayang, presensi Satoru yang terlampau necis memantik prasangka lancang.
-
Tags
Summary
“SIALAN, LUUK! !” Berteriaklah Cristoforo.
Ia kembali berbaring. Kedua tangannya mencoba menekan daging paha di sekeliling luka tembaknya lantaran ia mampu merasakan bagaimana tiga jari Luuk menggulung di dalam, mengorek guna membuat lebih banyak ruang yang longgar. Seakan-akan Luuk memastikan setidaknya lubang itu harus cukup leluasa untuk kemaluannya nanti.
-
Tags
Summary
Setiap kuku Scaramouche, yang sudah bertransformasi menjadi cakar setajam belati, pun beringsut turun, mencengkeram pinggul Lohen dengan erat sampai menancap dalam, merobek kulit tipis hingga darah segar mulai merembes, mengotori lantai.
“Aah . . ! Scara──!!”
Dipanggilnya nama setan sembari ia lebarkan kedua tungkainya. Mengangkang dengan sukarela agar pinggul yang menghentak keras mampu membuat sepasang kemaluan keluar-masuk dengan lebih mudah.
“Haah. Lohen, Lohen──!”
Dibalasnya panggilan tersebut dengan desah kepalang nikmat. Scaramouche mampu bersumpah merasakan dinding-dinding anal sang pastor kejang seketika; mengencang dan menyempit lantaran syok dan sakit. Gila. Luar biasa sekali rasanya! Sungguh, enak.
Saking enaknya, saking kepalang nikmat, wajah Lohen sampai berkerut. Kelopak mata terpejam rapat, menyembunyikan manik yang telah tenggelam dalam kabut air mata. Tangisnya pecah, air mata beriak turun basahi pipi, membanjiri pelipis kala jemala Lohen tergeletak menengadah, menghadap ke patung besar Anak Tuhan.
-
Tags
Summary
"Jangan berhenti … terus rodok aku, Richard. Aku mau lahiran sambil kontol kamu ngentotin anus aku..” Florian potong kalimat Richard sambil meremas lengan yang mulai melingkari perutnya. Dan, sebab kontraksi mulai datang, dinding-dinding anal Florian jadi menyempit, menjepit kemaluan Richard yang tambah … tegang──mulai menangisi cairan pra-ejakulasi pula.
Ya, bagaimana tak tegang? Istrinya mau lahiran sambil kontolnya masih di dalam! Gila, ya. Jalang sekali.
Tapi, mana mungkin Richard menolak. Toh, sudah delapan kali Florian melahirkan. Jadi, pasti taklah sulit mengeluarkan anak mereka yang ke-sembilan, ya kan?
-
Tags
Summary
Richard didera kebencian yang luhur terhadap santapan.
Batinnya senantiasa meradang oleh derita monoton, baik kala menjumpai suguhan pagi, kudapan siang, maupun perjamuan malam.
Ia mengutuk tiap hidangan yang kerap, acap sekali! diagungkan kelezatannya oleh para sipir──sang penjaga belenggu durjana──sekali lalu sisa-sisa urunan dari jiwa di luar sana yang menawarkan empati semu, padahal ia tahu, jauh dalam lubuk hati, mereka simpan ngeri atas eksistensinya.
Richard muak. Begitu muak; teramat muak hingga seluruh isi lambungnya bergolak dalam keputusasaan yang dahsyat, memicu histeria untuk membuang paksa santapan yang tersaji setiap kali ia dihendaki duduk menghadap meja perjamuan.
Ia membenci──sungguh sedemikian membenci!──kilau dingin dari pisau, garpu, dan/atau perkakas perak yang menyerupai instrumen penyiksaan. Ia tak lagi kuasa menoleransi segala hal yang hampa aroma, hampa rasa; segalanya terserap dalam kedunguan, seakan seluruh indra pengecapnya telah diamplas habis oleh jemari maut hingga mati rasa.
-
Tags
Summary
Hari ini, Illuga dan Lohen memaksa matamu terbuka untuk melihat kenyataan bahwa ... mantan pacarmu seorang lacur dan temanmu bajingan unggul.
Sementara kamu menyadari dirimu ternyata jauh lebih aneh.
-
bayaran buat setan cantik di penthouse murah by potraclus
Fandoms: 鸣潮 | Wuthering Waves (Video Game)
10 Jun 2026
Tags
Summary
Dalam sekejap, Phoebe hanyut dalam kenikmatan dunia.
Benar-benar, ia kehilangan kendali atas tubuh sendiri. Suara desahannya pun terdengar kian memburu, berat, dan memenuhi seluruh sudut kamar. Tanpa sadar, pinggul puan mulai terangkat sedikit. Sensasi panas yang menjalar di selangkangan buat ia secara naluri menggerakkan pinggul, mencoba menggesekkan kemaluannya pada mulut Zani.
“Haah haahh . . Zani──hh.”
Zani biarkan kepasrahan Phoebe menuntun permainan mereka. Setan cantik itu bahkan sampai menyilangkan kaki ke atas di ujung ranjang, tampak begitu menikmati setiap inci aroma dan rasa manis yang menguar intim dari vagina Phoebe. Kedua mata lantas terpejam selagi ujung hidungnya sesekali bergesek dengan tonjolan klitoris puan, sementara ujung lidahnya yang lincah mulai menekan-nekan lubang Phoebe, mencoba mendesak masuk melalui kain celana dalam.
Sengaja sekali ia melakukan stimulasi itu dengan ritme menggoda, menahan diri agar tak langsung memberi kepuasan penuh. Dan, siasatnya berhasil; ia rangsang Phoebe hingga ke batas akhir kesabaran, buat puan tersadar bahwa ia butuh sentuhan yang lebih intens dari sekadar gesekan luar.
Zani sengaja menunggu Phoebe untuk memohon.
-
Tags
Summary
Sebentar lagi dunia mungkin akan kiamat, jadi Kaveh ingin bercinta hari ini dengan khidmat.
Harus, walau itu berarti bercinta dengan guru sendiri.
Wajib, walau itu berarti bercinta di toilet kantin yang sudah rusak──yang tak bisa dimasuki siapapun kecuali oleh mereka yang nekat.
Mesti, walau itu berarti bercinta di antara murid-murid yang tengah makan dan minum dengan marak. -
Tags
Summary
Tak ada ratapan yang lebih lengang ketimbang runtuhnya atma di bilik tanpa jendela.
-
The Vessel of Poison and Scales by potraclus for scarletleaves
Fandoms: Alien Stage (Web Series)
11 May 2026
Tags
Summary
Luka mencoba mencari identitas lelaki tersebut melalui penciumannya. Sayang, ia tak berhasil menemukan apa-apa. Tidak ada aroma bangkai khas vampir. Tidak ada pengap bangsa manusia serigala. Tidak ada pula amis yang umum peri miliki. Sesungguhnya, apa yang Luka hirup, ialah aroma hujan pertama setelah lama kemarau. Tahu, kan? Bau yang segar, murni, dan intens.
Dari ia pula, aroma nektar tadi berasal. Luka jadi tak kuasa menolak ketenangan yang seolah diberi untuknya.
“Baru kali ini, ada vampir masuk rumah aku,” ucap lelaki itu memecah sunyi. Suaranya berat, memiliki getaran janggal yang, entah mengapa, beresonansi di udara hingga buat gendang telinga Luka merinding. “Kamu sendirian?” lanjut sang sira bertanya.
Tak butuh waktu lama untuk Luka menjawab, “sendiri,” sembari memijat lembut daun telinga kirinya dengan tangan kanan. “Kamu siapa?”
Mengernyit sang sira tatkala mendengar. Air wajahnya seakan ungkap rasa tak percaya atas tanya yang Luka sampaikan. Kendati demikian, ia tak sampaikan kebingungan itu. Tak ingin, mungkin.
“Ivan,” jawabnya singkat. “Kamu, Luka, kan?”
-
Tags
Summary
Mydeimos mengalami kesulitan dalam proses persalinan. Lantaran itu, atas instruksi medis Dr. Luocha, Anaxagoras dan Phainon harus──garis bawahi HARUS──melakukan stimulasi seksual untuk memancing ketuban pecah dan pembukaan jalan lahir. Habis, sudah sembilan bulan, sudah tepat waktunya, sudah ada kontraksi juga. Tapi, belum pecah ketuban? Belum ada jalan lahir? Bahaya, 'kan.
Kendati, di tengah pergolakan antara rasa sakit kontraksi dan kenikmatan penetrasi, bukan hanya air ketuban saja yang pecah, ASI Mydeimos pun meluap, lalu ada ejakulasi yang terjadi bersamaan dengan lahirnya putri mereka.
-
Tags
Summary
Sudah dalam kondisi terikat, mulut disumpal, dinding anus luka, dibanjiri sperma pula, tapi dia tak berhenti memuja; buat Cristoforo, kehancuran ialah bentuk cinta tertinggi. Lebih tinggi dari langit manapun.
-
Tags
Summary
Dalam diam, Ivan mempelajari setiap kebiasaan Luka, sejak hari pertama. Walau, sayang, kedamaian itu harus retak menjadi sekadar harapan semenjak satu hari sejuk. Di sudut kafe tersebut, tatapan Ivan terjerembab, kaku dan sulit dialihkan dari Luka yang tengah duduk berhadapan dengan seorang puan asing di mata Ivan.
Bagi orang lain, pembicaraan mereka mungkin hanya perbincangan ringan. Namun, bagi Ivan, itu ialah simfoni hening; lagu tanpa lirik yang kerap penuhi udara dengan signifikasi sukar diartikan, menusuk hati hingga pilu, dan semakin lama, hati Ivan semakin asing denyutnya.
Apakah geram? Apakah cemburu? Apakah takut kehilangan sesuatu yang bahkan belum pernah ia miliki? Entah, yang jelas ada sayu yang terlihat namun menjalar ke seluruh tubuh.
-
Tags
Summary
Entah sejak kapan Mydeimos meminta Phainon menindik putingnya dan entah sudah berapa kali Phainon menolak, takut Mydeimos kesakitan, takut ada yang terpancing nafsu kalau-kalau Mydeimos tampil dan tak sengaja memberi unjuk tindiknya. Khawatir, deh.
Tapi lalu, di satu hari, Mydeimos memberi solusi serta saran; 'gimana kalau tindiknya sambil hubungan badan?' Phainon paham, pleasure and pain mixes making a great paradise, tapi datang dari mulut Mydeimos? Mana mampu dia nolak, lagi.
-
Tags
Summary
Di bawah meja bedah, dua objek eksperimen saling mengenal──Scaramouche, boneka buatan yang diprogram untuk mencintai, dan kamu, Albedo, separuh manusia yang diulang terus-menerus demi ambisi 'mereka'.
Jatuh adalah keharusan, cium serta desah adalah keputusasaan. Cintamu dengannya tak pernah bebas sebab, rasa itu bukan milik waktu dan ruang ini.
-
Tags
Summary
9 Juni──ulang tahun Uchiha Itachi. Seharusnya tidak ada yang tahu, satu pun! Tapi ... entah bagaimana, Deidara mengetahuinya bahkan, menawarkan──atau lebih tepatnya memaksa memberi──hadiah.
Apapun, katanya.
Apapun dalam bentuk bagaimanapun, jelasnya.Jenaka, ya? Tapi kejenakaan itu, Itachi nikmati tanpa tertawa. Jika bisa, ia sembah karena sudah menjadi satu-satunya tawaran yang tak terpetakan selama 20 tahun hidup; hadiah yang tak hanya melahap, namun juga menelan.
-
Tags
Summary
Dalam perpustakaan yang sunyi senyap, dua sukma belum saling mengenal satu sama lain duduk. Sira pirang membaca buku yang sama setiap hari; satu lagi bertanya-tanya tanpa tahu, bahwa, buku itu ialah sejarah mereka sendiri──kisah yang telah berulang dari kehidupan lampau.
-
Tags
Summary
Tiga janin tumbuh dalam tubuh Lycaon, dan setiap detik kehamilan itu menggerus batas antara empati dan kegilaan. Ia, seorang omega, dulunya percaya bahwa keahlian itu bisa menjadi alat investigasi──tetapi kini, tubuh itu membelot. Basah oleh hormon, ditarik mimpi buruk, dan hancur oleh harapan yang terlalu berat.
Hugo tetap tinggal. Mencintainya. Tidak ada kata yang cukup untuk menjelaskan rasa sakit dari gigitan itu, selain; melepaskan. Melepaskan luka lama, rasa takut, dan pengasingan. Melepaskan semua yang Lycaon tahan agar bisa berkata; aku milikmu.
